Mau Beli Rumah Tunai atau KPR? Baca Dulu Fakta-Fakta Berikut

Membeli rumah bukan perkara mudah bagi beberapa orang karena memerlukan dana yang besar. Tak jarang orang-orang pun dilemma memilih untuk membeli rumah secara tunai atau KPR (kredit pemilikan rumah). Banyak aspek yang harus dipertimbangkan matang-matang sebelum membeli rumah. Apalagi dari segi finansial karena sekarang ini semakin sulit mencari rumah dijual yang harganya terjangkau. Sebagai contoh, Anda bisa melihat informasi pada halaman berikut, harga jual rumah kota Surabaya sangat tinggi.


Anda yang memiliki pendapatan cukup besar dan tidak ingin terlilit hutang mungkin lebih memilih untuk menunda membeli rumah hingga bisa membelinya secara tunai. Namun tak terbantahkan, harga properti mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun dan hal tak sebanding dengan kenaikan gaji rata-rata karyawan. Uang yang disisihkan belum tentu cukup untuk mengejar kenaikan properti sementara harga kebutuhan pokok juga naik. Karena itu, orang-orang lebih memilih untuk membeli rumah lewat KPR baik dari bank konvensional maupun bank syariah.

Membeli rumah secara tunai ataupun KPR sama-sama bisa jadi pilihan terbaik tergantung kondisi keuangan masing-masing. Sebagai tambahan pertimbangan, simak dulu fakta-fakta tentang kelebihan dan kekurangan membeli rumah secara tunai atau KPR berikut ini:

Kelebihan membeli rumah secara tunai

Harga lebih murah

Rumah yang dibeli secara tunai tentu akan lebih murah. Bahkan jika dikalkulasikan, perbedaannya akan sangat jauh dengan pembelian kredit. Hal ini karena membeli rumah secara cash tidak terbebani oleh pembayaran bunga pinjaman kepada bank.

Fleksibel dalam negosiasi harga

Ketika membeli rumah secara tunai, biasanya transaksi dilakukan langsung dengan pemilik rumah atau pengembang. Jadi Anda lebih fleksibel dalam bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik.

Surat-surat kepemilikan langsung di tangan

Surat-surat kepemilikan rumah bisa langsung di tangan tanpa proses yang sangat lama dan rumit. Setelah pembayaran selesai, otomatis rumah menjadi hak milik Anda.

Kekurangan membeli rumah secara tunai

Kehilangan dana besar dalam waktu singkat

Mungkin butuh waktu hingga puluhan tahun untuk membeli rumah secara tunai. Ketika membeli rumah secara tunai, Anda pun akan kehilangan uang dalam jumlah besar. Untuk antisipasi di kemudian hari, perlu dipikirkan dana darurat sejak jauh-jauh hari.

Menanggung kerugian yang besar jika kepemilikan bermasalah

Tak semua agen properti atau pengembang memiliki rekam jejak yang bagus. Jika kurang teliti dan hati-hati, uang Anda bisa raib begitu saja akibat munculnya sengketa kepemilikan rumah di masa depan.

Kelebihan membeli rumah dengan KPR

Hanya menyiapkan uang muka di awal

Berkat skema KPR, Anda hanya perlu menyiapkan dana sekian persen dari total harga rumah sebagai uang muka. Jadi Anda lebih fleksibel dalam merencanakan keuangan terutama jika dalam waktu dekat anak akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bisa langsung ditempati

Setelah transaksi dengan bank selesai, rumah yang dibeli lewat KPR bisa langsung ditempati tanpa harus menunggu sampai lunas. Kecuali KPR subsidi pemerintah, rumah KPR juga bisa dikomersilkan dengan menyewakannya kepada orang lain.

Kekurangan membeli rumah dengan KPR

Harga lebih mahal

Membeli rumah secara kredit berarti Anda akan terbebani bunga. Semakin lama tenor yang diambil, semakin besar pula total bunga yang ditanggung. Inilah yang membuat total harga rumah yang dibeli lewat KPR bisa berkali-kali lipat lebih mahal dari pembelian tunai keras.

Risiko rumah disita

Setelah Anda menandatangani persetujuan KPR, bank tidak mentolelir jika Anda sebagai debitur tidak bisa memenuhi kewajiban membayar cicilan secara berkelanjutan. Rumah bisa disita oleh pihak bank jika terjadi kredit macet.