Kenali Penyebab Pengajuan KPR Anda Ditolak oleh Bank

Program KPR (kredit pemilikan rumah) menjadi solusi cepat bagi banyak orang yang ingin membeli rumah tapi belum mampu membelinya secara tunai. Sayangnya, pengajuan KPR mungkin tak semulus yang dibayangkan. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan permohonan KPR Anda ditolak oleh bank. Diantaranya beberapa hal di bawah ini:


Tidak lolos BI checking

BI checking menampilkan riwayat pinjaman nasabah bank sehingga dapat diketahui apakah nasabah tersebut pernah menunggak kredit atau tidak. Jika riwayat hutang Anda buruk, kemungkinan besar pengajuan KPR Anda ditolak oleh bank. Kabar baiknya, reputasi kredit yang buruk masih bisa diperbaiki dengan melunasi semua tunggakan yang ada.

Penghasilan tidak memenuhi syarat

Ketika mengajukan KPR, Anda bisa menggabungkan penghasilan Anda dan pasangan (joint income) untuk memperoleh jumlah maksimal pinjaman yang lebih besar. Secara umum, bank menggunakan perhitungan di mana besar cicilan yang dibebankan tidak lebih dari 30%-35% dari pendapatan nasabah setiap bulan. Carilah rumah yang harganya sesuai daya beli sehingga besar cicilan tidak memakan lebih dari porsi ideal yang ditetapkan bank.

Masa kerja belum dua tahun

Status karwayan tetap bisa dibilang membuat Anda lebih aman dibandingkan pegawai kontrak. Di lain sisi, terkadang karyawan tetap juga ditolak oleh bank karena masa kerja yang kurang dari dua tahun. Jika Anda berwirausaha, pengajuan KPR mungkin ditolak karena bisnis belum stabil karena baru berjalan kurang dari dua tahun.

Usia saat pengajuan

Ada batasan usia minimal dan maksimal ketika mengajukan KPR. Nasabah harus berusia minimal 21 tahun, dan maksimal berusia 55-65 tahun ketika jangka waktu kredit berakhir. Sebaiknya pilih tenor KPR yang pendek antara 5 atau 10 tahun jika Anda mengajukan KPR di usia 40-an. Di lain sisi, cicilan yang dibebankan juga lebih besar karena tenor yang singkat.

Memiliki hutang cicilan yang masih berjalan

Hutang cicilan Anda yang masih berjalan juga menjadi pertimbangan bagi bank ketika menilai permohonan Anda. Pihak bank akan menghindari risiko jika nasabah kemungkinan besar menunggak kredit di kemudian hari. Jika Anda berencana mengambil KPR, hindari mengajukan kredit lain yang dari bank ataupun multifinance. Jika sudah terlanjur berhutang, sebailnya diselesaikan terlebih dahulu.

Rumah bermasalah

Pihak bank cenderung menolak permohonan KPR untuk rumah yang lokasinya dekat ke pemakaman umum dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Selain itu, untuk pembelian rumah second, bank juga kemungkinan besar menolak jika dokumen kepemilikan rumah yang akan dibeli ternyata bermasalah atau berada di lokasi sengketa.

Performa wawancara yang buruk

Performa saat wawancara juga berpengaruh besar pada kemungkinan pengajuan KPR Anda akan diterima atau tidak. Banyak orang menganggap wawancara ini hanya tanya jawab biasa. Tapi, tak sedikit orang gagal mengajukan KPR karena performa wawancara mereka yang buruk. Wawancara menjadi tahapan penting yang meyakinkan pihak bank apakah mereka memberikan pinjaman kepada orang yang tepat. Penting untuk jujur menjawab setiap pertanyaan. Jangan coba-coba berbohong mengenai riwayat hutang di masa lalu.